Manfaat minum air putih


Air adalah sumber kehidupan. Tubuh manusia, hampir sekitar 60% terdiri atas air. Manusia bisa meninggal jika tidak minum air selama sekitar 7 - 15 Hari.
Berapa jumlah air putih yang saharusnya dikonsumsi oleh kita setiap hari?
Jumlah atau volume air minum yang dibutuhkan seseorang dalam sehari adalah 40% x Berat badan (Kg) x 100 (dalam satuan mili Liter/ cc).
Jadi kira- kira air minum yang harus diminum oleh orang dewasa dengan berat badan 50 Kg adalah 2000 mL atau sekitar 8 gelas sehari.

Apa saja manfaat minum air putih bagi tubuh kita?
1. Mempertahankan tekanan darah agar normal
2. Membantu metabolisme tubuh agar lancar.
3. Menjaga kesehatan pencernaan dan organ perkemihan (ginjal)
4. Membantu mengurangi penyerapan lemak dan kolesterol yang berlebihan yang terkandung pada makanan.
5. Mencegah sembelit (susah buang air besar)
6. Mencegah batu karang
7. Membantu mempertahankan konsentrasi
8. Mengurangi Berat Badan (dengan cara memberikan rasa kenyang, mencegah makan berlebihan)
9.Mencegah kanker usus besar
10. Vitalitas tubuh agar terjaga

Nah, banyak kan manfaat minum air putih!? Jadi, jangan malas minum air putih. Itu untuk kesehatan kita. Kesehatan itu sangat penting dan mahal harganya

Syok anafilaktik dan Penangananya

Syok Anafilaktik adalah suatu keadaan gawat darurat yang ditandai dengan hipotensi (penurunan tekanan darah <90 mmhg) akibat respons hipersensitivitas terhadap allergen (penyebab alergi).

Reaksi anafilaktik bisa disebabkan oleh karena :
-Golongan antibiotik
-Serum anti tetanus, anti rabies.
-Alergi terhadap gigitan serangga, insulin, obat bius (prokain, lidokain, dsb), vitamin.

Reaksi anafilaktik berat terjadi langsung setelah injeksi / terpapar allergen dengan gejala : sesak nafas, sianosis, nyeri perut, diare, muntah-muntah, kejang, hipotensi, syok, henti jantung dan koma.



Penatalaksanaan dan Penanganan Syok Anafilaktik

- Perhatikan jalan nafas. Bila pasien sesak nafas, beri oksigen 3 – 5 liter/menit.

-Tempatkan pasien dengan posisi telentang dengan kedua kaki lebih tinggi (kecuali untuk pasien sesak nafas).








-Ukur tekanan darah. Jika TD < 100/70 mmHg, beri injeksi adrenalin (epinefrin) 1 : 1000 sebanyak 0,3 cc sampai maksimal 0,5 cc subkutan, sebaiknya pakai spuit 1 c, pada lengan atas atau paha.

-Bila dipasang torniket pada proksimal dari suntikan penyebab atau tempat sengatan, dilonggarkan selama 1 – 2 menit setiap 10 menit.

-Pasang cairan infuse intravena Ringer Lactat atau NaCl 0,9%.

-Awasi jalan nafas, periksa tanda-tanda vital (TD, pols dan RR) setiap 15 menit.

-Bila tidak ada perbaikan, injeksi adrenalin bias diulangi 2 – 3 kali dengan jarak 15 menit (subkutan atau IM). Bila penyebab adalah sengatan serangga, suntikan kedua disuntikkan pada tempat sengatan kecuali sengatan di kepala dan leher.

-Bila ada tanda-tanda urticaria, dapat diberikan injeksi Methyl Prednisolon 1 flc (125 mg) IV, atau 2 ampul Dexamethason IV.

-Bila hipotensi < 90 mmHg, beri dopamine 200 µg (1 ampul) dalam cairan infus 100 cc Dextrose 5% atau NaCl 0,9% atau Ringer Lactat (sebaiknya Peggy Pack), melalui infus set pediatric (mikro), mulai dengan 20 tetes. Pertahankan tekanan darah sistolik 90 – 100 mmHg.

-Bila ada tanda-tanda bronkospasme, berikan nebulizer 1 respule + 2 cc Aqua pro inj. Bisa diihsap melalui hidung via mask atau langsung ke mulut, atau ;Injeksi aminofilin 4 mg/kgBB dilarutkan dalam NaCl 0,9% 10 ml IV perlahan selama 20 menit. Bila perlu, lanjutkan dengan infuse aminofilin 0,2 – 1,2 mg/kgBB/jam (rata-rata 1 amp. didalam 500 cc cairan, 20 gtt/mnt).

-Berikan injeksi 1 flc (125 mg) Methyl Prednisolon IV.

-Pemantauan pasien paling sedikit 24 jam.