Laman

Sabtu, 03 Maret 2012

Definisi, Faktor Pemicu, dan Mekanisme Timbulnya Akne (Jerawat)

Akne vulgaris
Akne vulgaris (jerawat) adalah penyakit kulit akibat peradangan kronik folikel pilosebasea yang umumnya terjadi pada masa remaja dengan gambaran klinis berupa komedo, papul, pustul, nodus, dan kista pada tempat predileksinya.


Faktor Predisposisi/ Pemicu
- genetik,
- ras,
- sinar ultra violet,
- kelembaban udara,
- temperatur,
- psikis,
- hormonal,
- infeksi bakteri corynebacterium acnes,
- Staphylococcus albus et epidermidis,
- Pityrosporum ovale et orbiculare,
- kulit berminyak.

Peran faktor makanan masih diperdebatkan.


Patogenesis / Mekanisme Penyakit
Asam lemak bebas yang terbentuk dari trigliserida dalam sebum menyebabkan kekentalan sebum bertambah dan menimbulkan sumbatan saluran pilosebasea serta reaksi radang di sekitarnya (disebut komedogenik). Perubahan pola keratinisasi folikel, produksi sebum yang berlebihan, dan peningkatan flora folikel juga berkaitan dengan patogenesis penyakit.

Sabtu, 07 Januari 2012

Apa Penyebab Keracunan Makanan? Bagaimana Cara Mencegahnya?

Keracunan makanan ialah penyakit yang terjadi setelah memakan makanan yang tercemar dengan kuman atau bahan kimia. Terdapat banyak kesalahan makan atau keracunan makanan yang terjadi dan bahkan dapat menyebabkan kematian.









  • Keracunan HCN (asam Biru), disebabkan oleh asam biru (HCN). Misalnya pada singkong yang mengandung suatu glukosarida oleh pengaruh enzim akan menghasilkan HCN. Gejala keracunan singkong ialah mual dan muntah, sesak nafas dan koma.

  • Aflatoxin, merupakan racun yang dihasilkan oleh jamur aspergillus falfus yang dapat mencemari kacang tanah.

  • Asam bongkrek, merupakan senyawa yang diproduksi oleh pseudomonas cocovenenans. terbentuknya toksin pada tempe bongkrek

Ada beberapa hal yang menyebabkan meningkatnya kasus keracunan pangan :

  1. Meningkatnya jumlah makanan yang dimakan diluar rumah ( dalam kantin, resteurant, dll ), jika makan yang dikelolah oleh pengusaha catering tercemar oleh bakteri penyebab kerancunan pangan, sejumlah besar orang akan dirancuni.

  2. Pengusaha catering sekarang menyiapakan lebih banyak variasi menu yang sering melakukan penyimpanan sajian dalam kondisi yang tetap hangat, sampai diperlukan.

  3. Meningkatnya jumlah penjualan ” take away meal “, makanan ini sering dipanaskan kembali dan mungkkin dipanasi lagi di rumah pelanggan.

  4. Intensifikasi pertanian mengakibatkan lebih banyak bahan pangan terkontaminasi oleh bakteri penyebab keracunan makanan.


Bakteri yang sering menyebabkan kerancunan makanan adalah :

    1. Oraganisme dari kelompok Salmonella
    2. Staphylococcus aureus

    3. Clostridium perfringens ( welchii )

    4. Bacillus cereus

    5. Vibrio parahaemolyticus

Terdapat tiga tipe utama keracunan makanan karena bakteri:

  1. Tipe infektif yang disebabkan karena memakan makanan yang mengandung sejumlah besar bakteri hidup. Stelah dimakan, bakteri tersebut menetap dalam saluran pencernaan dan jika mati, mereka melepaskan endotoksin ( misalnya kerasunan Salmonella ).

  2. Tipe keracunan yang disebabkan karena memakan makanan yang ensotoksin. Toksin tersebut dilepaskan kemakanan selama bakteri itu tumbuh dan memperbanyak diri dalam makanan. Bakteri sendirinya sendiri mungkin mati jika makanan tersebut dimakan ( keracunan Staphylococcus ).

  3. Tipe ini disebabkan oleh toksin, toksin ini tidak diproduksi didalam makanan, tetapi dilepaskan selama pertumbuhannya didalam sallurang pencernaan, setelah bakteri tersebut dimakan ( misalnya keracunan Clostridium perfringes)


Tanda-tanda Kerancunan Makanan :

- lemas dan muntah

- mulas dan sakit perut

- Diare

- kadangkala demam dan kesejukan

- Sesak napas

- Koma


Puncak utama ialah makan makanan yang :

  • Mengandungi toksin atau racun semulajadi seperti setengah jenis kulat, cendawan, ‘shellfish’ dan sebagainya.

  • Tercemar oleh kuman yang erbahaya

  • Tercemar oleh bahan- bahan kimia

  • Tercemar oleh lalat, habuk dan sebagainya


Cara-cara untuk mencegah keracunan makanan seperti:

  • Basuh tangan selepas ke tandas dan sebelum mengendali, menyedia dan menyentuh makanan.

  • Jangan ambil makanan dengan tangan. Gunakanlah sendok, garpu, sudu atau sumpit yang bersih.

  • Gunakanlah alat- alat yang bersih untuk menyediakan makanan. Jangan gunakan alat- alat yang sama bagi makanan mentah dan yang dimasak.

  • Simpan atau pasang tudung makanan supaya terlindung dari lalat, serangga.

  • Simpan semua bahan makanan yang mudah rosak seperti daging, ikan, ayam, sayur dan susu didalam peti sejuk sehingga diperlukan.

Antropometri dan Pengukuran Dimensi Tubuh


Antropometri berasal dari kata Antropos yang artinya tubuh dan metros yang berarti ukuran.









Jadi antropometri adalah ukuran dari tubuh.
Antropometri berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh, antara lain:
berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, dan tebal lemak di bawah kulit

Antropometri ditekankan pada berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh (IMT) dan ketebalan lemak dibawah kulit (skinfold thickness).


a. Berat badan
Merupakan ukuran antropometri yang terpenting dan paling sering digunakan, karena mudah terlihat perubahan dalam waktu singkat yang dikarenakan perubahan-perubahan konsumsi makanan.

b. Tinggi badan
Merupakan parameter yang penting bagi keadaan yang telah lalu dan keadaan sekarang, jika umur tidak diketahui dengan tepat. Disamping itu tinggi badan merupakan ukuran kedua yang penting karena dengan menghubungkan berat badan terhadap tinggi badan, faktor umur dapat dikesampingkan.

c. Indeks massa tubuh (Body Mass Index / BMI)
Merupakan salah satu cara yang dapat dipakai untuk mengetahui kondisi berat badan yang ideal atau normal. Adapun IMT dapat diukur dengan perhitungan yaitu berat badan (kg) dibagi kuadrat tinggi badan (M2)

d. Lemak tubuh
Lemak tubuh seseorang adalah total dari presentase berat badan, karena seseorang yang terlihat kuruspun belum tentu memiliki jumlah lemak yang sedikit dan mungkin dapat dikategorikan kelebihan lemak. Pengukuran lemak tubuh adalah cara untuk melihat perbandingan komposisi lemak dengan otot pada tubuh seseorang secara keseluruhan. Salah satu teknik pengukuran komposisi lemak tubuh adalah dengan menggunakan skinfold caliper.