Cara Diagnosis Sindroma Nefrotik dan Diagnosa Banding dari Sindroma Nefrotik















Sindroma Nefrotik merupakan salah satu kumpulan gejala sebagai manifestasi penyakit glomerulus ginjal yang ditandai dengan proteinuria masif,disertai hipoalbuminemia, dan edema anasarka. Juga bisa di jumpai hiperlipidemia, lipiduria, dan hiperkoagulabilitas.

CARA DIAGNOSIS

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.

I. Anamnesis

Keluhan yang sering ditemukan adalah bengkak di ke dua kelopak mata, perut, tungkai, atau seluruh tubuh dan dapat disertai jumlah urin yang berkurang. Keluhan lain juga dapat ditemukan seperti urin berwarna kemerahan.


II. Pemeriksaan fisik

Pada pemeriksaan fisik sindrom nefrotik dapat ditemukan edema di kedua kelopak mata, tungkai, atau adanya asites dan edema skrotum/labia. Kadang-kadang ditemukan hipertensi.

III. Pemeriksaan penunjang

Pada urinalisis ditemukan proteinuria masif (3+ sampai 4+), dapat disertai hematuria. Pada pemeriksaan darah didapatkan hipoalbuminemia (< 2,5 g/dl), hiperkolesterolemia, dan laju endap darah yang meningkat, rasio albumin/globulin terbalik. Kadar ureum dan kreatinin umumnya normal kecuali ada penurunan fungsi ginjal.



DIAGNOSIS BANDING

1. Edema / Sembab non-renal : gagal jantung kongestif, gangguan nutrisi, edema hepatal, edema Quincke.

2. Glomerulonefritis akut

3. Lupus sistemik eritematosus

2 komentar:

  1. Coba konsultasi dengan dr yusuf
    Insyah allah bisa lekas sembuh...
    Ini no beliau 0853 6167 5232
    Banyak yang sudah sembuh dengan beliau

    BalasHapus
  2. Coba konsultasi dengan dr yusuf
    Insyah allah bisa lekas sembuh...
    Ini no beliau 0853 6167 5232
    Banyak yang sudah sembuh dengan beliau

    BalasHapus