Laman

Sabtu, 07 Mei 2011

Diagnosis Anamnesa Gejala Efusi Pleura














Dari ananmnese didapatkan manifestasi klinis dari efusi pleura bervariasi dan sering dihubungkan dengan proses penyakit yang mendasarinya. Gejala yang secara umum dikaitkan adalah dispnu yang progresif, batuk (nonproduktif), dan nyeri dada pleuritik.

• Dispnu
Merupakan gejala klinis yang paling sering. Mengindikasikan suatu efusi yang luas ( biasanya >500mL). Sebanyak 50% terjadi pada efusi pleura maligna. Dispnu dapat juga disebabkan oleh faktor lain, seperti penyakit paru yang mendasari, disfungsi kardia, anemia.

• Nyeri dada
Nyeri dada dapat ringan atau berat secara spesifik digambarkan dengan nyeri yang tajam atau menusuk, memberat dengan inspirasi dalam, dan bersifat pleuritik. Nyeri dapat berlokasi di dinding dada atau menjalar ke bahu ipsilateral atau abdomen atas (biasanya terlihat dengan mesotelioma maligna), biasanya disebabkan oleh keterlibatan diafragma. Intensitas nyeri dada berkurang dengan peningkatan luasnya efusi pleura. Nyeri dada dapat menunjukkan suatu iritasi pleura, dimana dapat membantu diagnosis penyebab efusi, karena efusi transudatif tidak menyebabkan iritasi pleura secara langsung.

• Tanda dan gejala lain yang muncul dengan efusi pleura dihubungkan dengan proses penyakit yang mendasarinya.
- Pada gagal jantung kongestif: terjadi edema tungkai, ortopnu, dan paroksismal nokturnal dispnu.
- Pada TB paru: keringat malam, demam, hemoptisis, dan penurunan berat badan.
- Pada pneumonia bakterial aerobik: episode febril akut, produksi sputum purulent, dan nyeri dada pleuritik.

• Napas pendek

• Batuk

• Hiccups

• Pernapasan cepat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar